Rabu, 21 Januari 2015

Ujian Nasional Bukan Momok

Ujian nasional (UN) bukan momok yang menakutkan. UN juga tidak menentukankelulusan pada jenjang sekolah dasar, sampai sekolah menengah atas dan sederajat .
Menurut Anies Baswedan, Menteri pendidikan dan kebudayaan (mendikbud) , 'UN adalah ujian biasa yang harusnya bisa dihadapi siswa dengan rileks" .
UN tetap digunakan untuk pemetaan, dasar seleksi masuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi, peningkatan mutu dan pembinaan , hal ini menurut mendikbud. Denga tidak lagi menjadikan UN sebagai penentu kelulusan, proses pembelajaran diharapkan dapat membentuk perilaku yang positif. 'Namun harus tetap ada pengawasan", tegasnya.
Meskipun tidak menentukan kelulusan, fungsi UN untuk pemetaan dan syarat melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnyatetap berlaku. Hasil UN dapat diunakan ntuk melihat posisi siswa, sekolah, atau daerah secara nasional. "Hasilnya bukan lulus atau tidak lulus, tapi angka" tegasnya.
"Tanamkan pemikiran kepada siswa, guru, dan orang tua bahwa UN dapat digunakan untuk mengetahui letak kelebihan dan kekurangan, sehingga memiliki gambaran untuk pengembangan belajar, mana yang perlu ditingkatkan atau diperbaiki. Untuk mewujudkan hal itu, langkah tahun ini dimulai dengan menghapus UN sebagai syarat kelulusan, namun masih menjadi salah satu pertimbangan masuk ke perguruan tinggi negeri" papar mendikbud.
Skala penilaian selain berupa angka juga keterangan yang dibagi atas empat tingkatan yaitu sangat baik, baik, cukup, dan kurang. UN adalah asesmen yang dilakukan oleh negara yang tujuannya untuk meningkatkan proses belajar. Bukan untuk menentukan nasib siswa. Dan bagi guru, mereka punya bayangan, anak didiknya bisa menguasai apa.
Jumlah siswa Indonesia mencapai 10% dari siswa dunia. Sebagai negara yang masuk dalam empat negara dengan penduduk terbanyak, seharusnya standar Indonesia bisa dipakai sebagai tolok ukur internasional. "Mereka mengakui (UN) ini sebagai alat ukur kita. Kalau kita bisa improve terus, internasional bisa mengakui tolok ukur standar kita." katanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar